Posted by: dikmansn on: October 27, 2008
Sebenarnya ini cerita berawal dari persiapan untuk pameran Komputexpo 2008 di Galaxy Mall (GM) tanggal 29 Oktober 2008 – 2 November 2008. Kami sebagai anggota KLAS setiap ada event Komputexpo selalu diundang untuk memeriahkan acara tersebut. Nah karena untuk memeriahkan acara tersebut kita jauh-jauh hari telah mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan pameran, seperti mencari tema workshop Linux, produksi distro-distro terbaru Linux, dan lain-lain. Tetapi yang terpenting adalah apa aja yang akan ditampilkan nanti? Maka dari itu hari ini kita sudah prepare segala kebutuhan yang dibutuhkan. Mulai membawa meja-meja (meja komputer) dan perlengkapan pameran. Untuk lebih gampangnya pada hari ini barang-barang tersebut sudah dimampirkan dahulu di kos-kosannya Haikal, mahasiswa Informatika-ITS, yang kebetulan kos-kosannya dekat dengan GM.
Setelah sudah mampirin barang-barang di kos Haikal, saya dan Unies (Manajer Pameran KLAS) survey lokasi acara di GM. Setelah sampai di parkiran sepeda motor yang terletak di depan GM, si Unies ini teringat kalo tasnya ketinggalan di KLAS, kemudian buru-buru dia telepon mas Arie nanyain apakah barangnya memang ketinggalan di KLAS? Ternyata iya benar ada tasnya di KLAS…. Sayapun tersenyum melihat muka Unies yang begitu gembiranya kalau tasnya memang ada di KLAS, trus dia menambahkan “I-Pod mu ketinggalan di KLAS, Man!!”. Sayapun lemas…. baru sadar i-pod 2 GB itu tertinggal di KLAS!!!
Akhirnya setelah menempatkan sepeda motor dengan baik dan benar akhirnya kamipun menuju ke GM yang terletak diseberang jalan. Setelah jalan menuju TKP (lumayan membingungkan, dikarenakan tangga jalan utama menuju lokasi ditutup, sehingga kami melalui lift barang dari lt.4 sampai lt.6, kalau lift umum sampai lt.4 saja) akhirnya kami dibolehkan meninjau lokasi pameran… Setahu saya sebenarnya stand KLAS (di maket) belum tertulis, tapi perkiraan kalau ga’ di sebelah kanan tangga jalan ya di depan ruang workshop alias di sebelah kiri tangga jalan sesuai informasi dari mas View Komputek. Ternyata di TKP lokasi yang di sebelah kanan itu benar-benar sesuai dengan gambar maket yang telah diberikan oleh panitia Komputexpo 2008 yaitu karpet merah bulet-bulet dengan diameter kurang lebih 1,5 meter. Sayapun mengabadikannya untuk bahan renungan buat di KLAS besok, sialnya Ponsel berkamera saya baterainya habis… Dengan sisa tenaga baterai yang sudah mau mati, sayapun (alhamdulillah) berhasil mengabadikan gambar (walaupun cuma 1) karpet bulet-bulet untuk stand (perkiraan) KLAS, karena di sisi yang lain karpet bulet-bulet tersebut belum dipasang, mungkin dikarenakan untuk melewatkan barang-barang peserta pameran yang lain…
Setelah cukup lama dan konsultasi sama mas Arie via ponsel akhirnya kamipun pulang menuju lift barang di lt.6 (seperti berangkatnya tadi). Karena jalan menuju lorong dan sampai didepan pintu lift ini cukup gelap kamipun mencari-cari tombol lift dan ternyata tidak ada yang namanya tombol sama sekali di lt.6 ini (lebih tepatnya belum terpasang!!!). Kamipun (sebenarnya sih ide si Unies) menggunakan tangga darurat yang ada tulisannya EXIT. Setelah membuka pintu kamipun menuruni tangga, sampai di pintu (perkiraan sih lt.5), ternyata nih pintu ga’ mau dibuka dari dalam!!! Begitupun seterusnya sampai lt. dasar (perkiraan juga karena sudah ga’ ada tangga lagi ke bawah alias jalan buntu!!!!). Akhirnya kamipun berniat kembali ke pintu semula, walaupun badan dan kaki sudah terserang pegalinux (pintu lt.6!!! pintu pertama kali kami masuk!!!). Dengan tenaga yang hanya dibekali makan siang tadi siang akhirnya saya rela juga mengikuti si Unies dari belakang, dengan kaki yang sudah ga’ berasa kalo masih nginjak tangga… Setelah si Unies sampai di depan pintu lt.6, tempat dimana pertama kali kami melangkah turun, ternyata sama juga dengan pintu lantai-lantai yang kami lalui tadi, yaitu sama-sama ga’ bisa dibuka dari dalam!!! Kamipun PANIK!!! Telepon mas Arie dikira bercanda
, ternyata ponsel kami juga sama-sama drop dan mau mati… (kalau punya saya sudah mati setelah mengabadikan gambar tadi di TKP, sehingga tidak sempat mengabadikan kejadian di dalam tangga ini!!!!). Kamipun double PANIK!!! Bayangkan kedua mahluk imut KLAS terkurung di tangga darurat!!! Si Uniespun mulai mendobrak-dobrak tuh pintu sambil berteriak-teriak minta tolong… “Woi………. Woi………. Tolooooong…. Tolong………” hampir ratusan kali disetiap pintu yang dia lewati untuk memastikan dibalik pintu tersebut ada peri yang mau menolong…
Saya sih hanya ketawa-ketawa terus lihat tingkahnya si Unies ini (jujur sih, pertama kali mengenal si Unies ini saya sudah dibuat tersenyum oleh tingkah pola dan mukanya yang memang lucu bener…:) untung nanti ke Bali dia mendapat jatah free dari panitia, sehingga perjalanan ke Bali nanti pasti ada aja yang lucu-lucu dari si Unies ini.. hihihihihihi)
Setelah setengah jam naik-turun dan sambil berteriak-teriak minta tolong (masih tetap di depan pintu setiap lantai, tentu saja si Unies, saya hanya cekikikan sekali lagi
) akhirnya pertolongan pun datang…
Dari balik pintu di depan saya, ada seseorang yang menyuruh kami ke lt.1, kamipun bingung lt.1 itu yang mana ya?? soalnya ga’ ada keterangan sama sekali di setiap tangga yang kami lewati… akhirnya setelah 10 menitan menunggu terdengar bunyi pintu terbuka (tepatnya diatas lt.nya Unies dan dibawah lt. Saya). Suara yang melegakan bagi kami tentunya… Sehingga kami bersyukur ga’ jadi untuk bermalam di tangga. Pintu tersebut dibuka oleh seorang satpam yang baik hati… Kamipun berterimakasih banyak kepada pak Satpam yang mendengar teriakan-teriakan Unies dengan sabar (soalnya di dalam tangga tadi suara si Unies ini perasaan Keras sekali, tapi mungkin dari pendengaran pak Satpam seperti suara Raja Dangdut era 70-80an!!!) dan senyum (sebenarnya sih bukan senyum tapi menahan tawa melihat kami bercucuran keringat dan muka si Unies yang belepotan hitam-hitam kena debu
). Serunya lagi si Unies ini berulang-ulang mengucapkan terimakasih berkali-kali dan tidak lupa mencium tangan pak Satpam tersebut… (sayapun sampai tulisan ini dibuat masih senyum-senyum sendiri melihat kekonyolan si Unies pake acara cium tangan pak Satpam dan agak kecewa juga ga’ bisa mengabadikan kekonyolan si Unies lewat kamera ponsel!!!)
Dan tak lupa kamipun menanyakan bagaimana caranya kalo loading barang untuk acara (persiapan) besok.. Lagi-lagi pak Satpam yang baik hati ini menunjukkan dengan sabar dan kamipun diantar (gara-gara si Unies sudah trauma sama yang namanya lift) sampai ke tempat loading barang di lantai dasar…. Terimakasih pak Satpam, semoga Allah membalas kebaikan bapak, Amin
Setelah itu kamipun ijin pulang, diperjalanan menuju parkiran sepeda motor, saya menyuruh si Unies agar diabadikan pengalaman ini di blog masing-masing…
dan sepanjang jalan itu sayapun tertawa lepas mengingat kejadian lucu tadi, si Unies pun misuh-misuh menyebut salah satu nama binatang… hihihihihihi
Pelajaran ke-1: Jangan lupa isi baterai ponsel penuh kalau berpergian….
Pelajaran ke-2: Jangan lupa bawa Unies kalo jalan-jalan
jujur kalau saya yang sendirian di tangga tadi, sayapun mungkin hanya berharap ada orang yang terjebak seperti saya dan menyuruhnya berteriak-teriak kaya’ si Unies… kalo saya yang teriak-teriak ga’ mungkin!!! Suara saya merdu, sehingga kalau di balik pintu kedengarannya seperti saya membentak-bentak dan mencaci orang yang akan menolong saya!!!
Pelajaran ke-3: Jangan ketawa aja!!! Senang liat orang susah, susah liat orang senang….!!!
Pelajaran ke-4: Jangan lupa bawa bantal, kasur, selimut dan camilan plus minuman buat jaga-jaga kalau kejadian benar-benar terjebak sehari-semalam…..
October 28, 2008 at 12:57 am
HEhehe… kasihan juga yah…..
Tapi ga pa pa lah, perjuangan memang selalu
membutuhkan pengorbanan….